Selasa, 11 Maret 2025
1. Kegiatan Harian
Contoh kegiatan :
- Sholat Dhuha Berjamaah
- Tadarus Al-Qur'an (Khataman / Tahsin / Tahfidz)
- Kajian Tematik (Fiqih, Akhlak, Sejarah Islam, dll.)
- Diskusi dan Tanya Jawab Seputar Islam
- Praktik Ibadah (Sholat, Wudhu, Adzan)
Senin, 10 Maret 2025
Oke, ini penjelasan singkatnya:
-
Negative Imperative Sentences – Kalimat perintah negatif yang menyuruh seseorang untuk tidak melakukan sesuatu. Biasanya pakai "Don't" di awal. Contoh: Don't touch that! (Jangan sentuh itu!).
-
Prohibition – Larangan yang lebih tegas, bisa pakai kata seperti "No" atau "Must not". Contoh: You must not smoke here! (Kamu tidak boleh merokok di sini!).
-
Kinds of Feelings – Macam-macam perasaan, misalnya:
- Happiness (senang) → I'm so happy today!
- Sadness (sedih) → She feels lonely.
- Anger (marah) → He's really mad about it!
- Fear (takut) → I'm scared of the dark.
- Surprise (terkejut) → Wow! That's amazing!
Singkatnya, ini semua berkaitan dengan cara kita berkomunikasi—baik dalam memberi perintah, melarang sesuatu, atau mengungkapkan perasaan.
Ini penjelasan singkat dan jelas tentang teknik arsir:
-
Hatching – Mengarsir dengan garis-garis sejajar untuk menciptakan bayangan atau gradasi. Semakin rapat garisnya, semakin gelap hasilnya.
-
Cross-hatching – Mirip hatching, tapi garis-garisnya saling menyilang. Cocok buat efek tekstur atau bayangan yang lebih pekat.
-
Stippling – Menggunakan titik-titik kecil untuk membentuk bayangan atau tekstur. Semakin banyak dan rapat titiknya, semakin gelap efeknya.
-
Scumbling – Mengarsir dengan coretan kecil atau lingkaran tak beraturan. Teknik ini bagus buat efek kabur atau tekstur halus.
-
Smudging – Menggosok arsiran (bisa pakai jari, tisu, atau blending stump) supaya lebih halus dan gradasinya lebih lembut.
Gampangnya, tiap teknik ini punya cara unik buat bikin efek bayangan dan tekstur yang beda. Mau pakai yang mana, tergantung gaya dan kebutuhan gambarmu ya, ingat seni itu ngga perlu rapih atau susah!
Sabtu, 08 Maret 2025
Selasa, 04 Maret 2025
Di sekolah Mts Nurul Islam, aku Sasha seorang anggota OSIS. Suatu hari, sekolahnya mengadakan kelas ekstrakurikuler baru: Coding untuk Pemula. Penasaran dengan dunia teknologi, Sasha pun memutuskan untuk ikut.
Pada pertemuan pertama, layar komputer menampilkan sesuatu yang asing baginya—sebaris teks aneh yang disebut "kode". Ustadz menjelaskan bahwa coding adalah cara memberi instruksi pada komputer agar melakukan sesuatu. Aku mencoba mengetik:
print("Halo, dunia!")
Dengan ragu, ia menekan tombol Enter, dan tiba-tiba layar menampilkan:
Halo, dunia!
Aku terkejut dan kagum. "Jadi, ini seperti memberi perintah pada komputer?" tanyanya. Ustadz mengangguk sambil tersenyum.
Hari demi hari, Sasha semakin memahami dasar-dasar pemrograman. Ia belajar tentang variabel, perulangan, dan bahkan membuat program sederhana untuk menghitung nilai rata-rata siswa di kelasnya.
Tak hanya itu, Sasha juga mulai berpikir bagaimana coding bisa membantu OSIS. Mungkin ia bisa membuat website sederhana untuk mendata kegiatan osis. Semangatnya semakin besar.
Dari awal yang ragu-ragu, kini aku sadar bahwa coding bukan hanya sekadar mengetik baris-baris aneh, tetapi sebuah keterampilan yang bisa membuat perubahan. Ini baru awal perjalanan, dan aku tidak sabar untuk belajar lebih banyak lagi.
Sabtu, 01 Maret 2025
Popular Posts
-
guru favorit: (bu endah) "My favorite teacher, Bu Endah, is an extraordinary educator who has made a significant impact on my academic ...
-
•°Chillin At°• -Flora Park- "One of my favorite place in surabaya is Flora park. Because it's a beautiful green spa...
-
Berkomunikasi Melalui Surat 1. Menulis Surat Resmi Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat surat resmi. a. Membuat Kepala Surat atau ...














